Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Maret 2010

Objek Wista Budaya Cianjur

Mesjid Agung

Mesjid Agung Cianjur yang megah terletak di pusat Kota Cianjur yang dibangun pertama kali tahun 1810 M. oleh penduduk Cianjur yang tidak tercatat namanya. Dibangun di atas tanah wakaf Ny. Raden Bodedar binti Kangjeng Dalem Sabiruddin, Bupati Cianjur ke - 4.

Luas Mesjid semula 400 meter. yang berkembang menjadi 2500 meter dan mengalami beberapa perbaikan sampai terakhir yang sangat besar yang ketujuh kali dari tahun 1993 sampai tahun 2000 atau kurang lebih tujuh tahun dengan biaya sekitar Rp. 10 Miliar. Design dan stylasinya memadukan gaya dan ciri khas mesjid tempo dulu dengan gaya arsitektur modern dan dapat menampung sekitar 4000 jemaah. 




Situs Gunung Padang


Situs Gunung Padang di Kampung Gunung Padang dan Kampung Panggulan, Desa Karyamukti Kecamatan Campaka, Cianjur, merupakan situs megalitik berbentuk punden berundak yang terbesar di Asia Tenggara. Ini mengingat luas bangunan purbakalanya sekitar 900 m2 dengan luas areal situs sendiri kurang lebih sekitar 3 ha.


Keberadaan situs ini peratama kali muncul dalam laporan Rapporten van de oudheid-kundigen Dienst (ROD), tahun 1914, selanjutnya dilaporkan NJ Krom tahun 1949. pada tahun 1979 aparat terkait dalam hal pembinaan dan penelitian bend cagar budaya yaitu penilik kebudayaan setempat disusul oleh ditlinbinjarah dan Pulit Arkenas melakukan peninjauan ke lokasi situs. Sejak saat itu upaya penelitian terhadap situs Gunung Padang mulai dilakukan baik dari sudut arkeologis, historis, geologis dan lainnya.

Bentuk bangunan punden berundaknya mencerminkan tradisi megalitik (mega berarti besar dan lithos artinya batu) seperti banyak dijumpai di beberapa daerah di Jawa Barat. Situs Gunung Padang yang terletak 50 kilometer dari Cianjur konon merupakan situs megalitik paling besar di Asia Tenggara. Di kalangan masyarakat setempat, situs tersebut dipercaya sebagai bukti upaya Prabu Siliwangi membangun istana dalam semalam.
Dibantu oleh pasukannya, ia berusaha mengumpulkan balok-balok batu yang hanya terdapat di daerah itu. Namun, malam rupanya lebih cepat berlalu. Di ufuk timur semburat fajar telah menggagalkan usaha kerasnya, maka derah itu kemudian ia tinggalkan. Batu-batunya ia biarkan berserakan di atas bukit yang kini dinamakan Gunung Padang. Padang artinya terang.

Punden berundak Gunung Padang, dibangun dengan batuan vulkanik masif yang berbentuk persegi panjang.

Bangunannya terdiri dari lima teras dengan ukuran berbeda-beda. Batu-batu itu sama sekali belum mengalami sentuhan tangan manusia dalam arti, belum dikerjakan atau dibentuk oleh tangan manusia.

Balok-balok batu yang jumlahya sangat banyak itu tersebar hampir menutupi bagian puncak Gunung Padang. Penduduk setempat menjuluki beberapa batu yang terletak di teras-teras itu dengan nama-nama berbau Islam. Misalnya ada yang disebut meja Kiai Giling Pangancingan, Kursi Eyang Bonang, Jojodog atau tempat duduk Eyang Swasana, sandaran batu Syeh Suhaedin alias Syeh Abdul Rusman, tangga Eyang Syeh Marzuki, dan batu Syeh Abdul Fukor.


(Diperbarui Rabu, 10 Maret 2010 )

Gunung Gede Pangrango

Gunung Gede

Gunung Gede merupakan tempat paling favorit untuk pendakian dan berkemah. Hampir setiap pekan, ada saja pencinta alam yang mencoba mendaki puncak Gunung Gede setinggi 2.958 meter itu. Puncak-puncaknya dapat terlihat dengan jelas dari Cibodas Kecamatan Pacet.


Disampingnya berdiri sangat kokoh Gunung Pangrango yang bila dilihat dari kejauhan nampak seperti segitiga runcing sedangkan Gunung Gede berbentuk kubah. Kedua gunung yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP) ini memiliki keindahan alam asli. Di Puncak Gunung Gede terdapat kawah aktif (terakhir meletus pada 1957) serta padang rumput yang ditumbuhi bunga abadi (Edelweis/Anapahlis javanica) yang merupakan daya tarik bagi pendaki. Puncak lainnya yang kerap dikunjungi pendaki gunung adalah Mandalawangi (3.002 m), Sukaratu (2.836 m), dan Gunung Gemuruh (2.928 m).

Disampingnya berdiri sangat kokoh Gunung Pangrango yang bila dilihat dari kejauhan nampak seperti segitiga runcing sedangkan Gunung Gede berbentuk kubah. Kedua gunung yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP) ini memiliki keindahan alam asli. Di Puncak Gunung Gede terdapat kawah aktif (terakhir meletus pada 1957) serta padang rumput yang ditumbuhi bunga abadi (Edelweis/Anapahlis javanica) yang merupakan daya tarik bagi pendaki. Puncak lainnya yang kerap dikunjungi pendaki gunung adalah Mandalawangi (3.002 m), Sukaratu (2.836 m), dan Gunung Gemuruh (2.928 m).

Puncak Gunung Gede

Pendakian terhadap Gunung Gede dapat dimulai dari Pos Jaga yang terletak di dalam Kebun Raya Cibodas. Melalui hutan tropis yang sangat indah, selama pendakian menuju Pondok Kandang Badak (4 jam) yang sebelumnya melewati pertigaan ke arah Air Terjun Cibeureum (1 jam) akan dijumpai 2-3 pondok, mata air dan air panas. Bila kelelahan, bisa istirahat di Pondok Kandang Badak.

Sementara itu satwa liar yang bisa dijumpai di sepanjang pendakian adalah owa hylobates moloch), surili (Presbitis comata), lutung (Trachypithecus auratus), kera (Macaca fascicularis), macan tutul (Panthera pardus), mencek (Muntiacus muntjak), dan elang jawa (Spizaelus bartelsii).

Sumber: www.gedepangrango.org

Rabu, 24 Maret 2010

Objek Wisata Alam Cianjur

Istana Kepresidenan

Riwayat
Istana Cipanas merupakan salah satu Istana Kepresidenan, terletak di kaki Gunung Gede Jawa Barat, kurang lebih 103 km dari Ibukota Jakarta.

Dibangun pada tahun 1742 oleh Gubernur Jendral Gustaaf William Baron Van Imhoff. Ide pembangunan muncul bermula dari ditemukannya sumber air panas bersuhu 430 Celcius  yang mengandung zat belarang dan dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Luas areal kompleks istana ini 26 hektar, dari luas keseluruhan, sampai dengan saat ini hanya sekitar 8000m2 saja yang digunakan untuk bangunan. Selebihnya merupakan padang rumput, taman tanaman hias, dan tanaman keras yang ditata sebagai hutan kecil. Berdasarkan penelitian hasil kerjasama dengan Kebun Raya Cibodas-LIPI, terdapat koleksi tanaman sebanyak 1334 spesimen, 171 spesies, 132 marga dan 61 suku.

Fungsi

Pada masa Pemerintah Belanda Istana Cipanas digunakan untuk tempat peristirahatan para Gubernur Jendral Belanda, antara lain Gustaaf William Baron Van Imhoff, Andreas Cornelis De Graaff, Bonafacius Cornelis De Jonge dan Tjarda Van starkenborgh-Stachouwer.

Pada masa Pemerintah Jepang Istana Cipanas digunakan untuk tempat persinggahan para pembesar Jepang dalam rangka perjalanan dari Jakarta Bandung atau sebaliknya.

Setelah kemerdekaan Indonesia, secara resmi Istana Cipanas ditetapkan sebagai salah satu Istana Kepresidenan Republik Indonesia dan fungsinya tetap digunakan sebagai tempat peristirahatan Presiden atau Wakil Presiden Republik Indonesia beserta keluarganya.

Peristiwa Bersejarah


Walaupun Istana Cipanas pada dasarnya adalah tempat untuk beristirahat, tapi Istana ini pernah juga menjadi tempat peristiwa- peristiwa bersejarah yang berkaitan dengan, politik, ekonomi, dan antar bangsa.

Pada tanggal 13 Desember 1965, Istana Cipanas mencatat peristiwa sejarah dalam perekonomian Indonesia. Ruang sidang gedung induk menjadi saksi mata sebagai tempat Presiden Soekarno memimpin sidang kabinetnya untuk menetapkan perubahan nilai mata uang dari Rp. 1000,- menjadi Rp. 1,- yang dikenal dengan istilah Sanering.

Kegiatan lain yang berkaitan dengan kenegaraan terjadi pada masa Presiden Soeharto, tepatnya pada tanggal 17 April 1993 atas inisiatifnya, Istana ini menjadi tempat pertemuan antar kelompok yang bertikai di Filipina, yaitu antara Pemerintah Filipina dengan kelompok Moro National Liberation Front (MNLF) yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Ali Alatas.

Pada tanggal 06 Juni 2005, Istana Cipanas menjadi tempat peringatan Hari Lingkungan Hiidup Sedunia, dimana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan Piala Adipura 2005 dan Kalpataru kepada pejabat dan tokoh masyarakat yang dinilai berhasil dalam memelihara dan menyelamatkan lingkungan. Pada kesempatan ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menanam pohon jati putih (Gmelina Arborea).
Fasilitas
Fasilitas bangunan yang ada di Istana Cipanas antara lain :
1.       Bangunan induk, yang resmi disebut Gedung Induk.
2.       Bangunan berupa Paviliun, yang diberi nama :
Paviliun Yudistira
Paviliun Bima
Paviliun Arjuna
Paviliun Nakula
Paviliun Sadewa
Paviliun Abimanyu
Paviliun Antasena
Paviliun Tumaritis
3.       Bangunan lainya yaitu :
Rumah Bunga
Kolam Renang
Kolam pancing
Gedung Bentol
Rumah Pemandian Air Panas I dan II
Gedung Kantor
Masjid
Museum dan Perpustakaan

Curug Citambur

Curug ini sangat indah karena merupakan air terjun +/- 40 meter, air yang turun sebagian menjadi uap dan embun sehingga lokasi sekitar curug menjadi sejuk. Terletak di Kecamatan Pagelaran. Jarak dari kota Cianjur 65 Km
Fasilitas yang tersedia di kecamatan Pegelaran, Tangeung dan Cibinong :
1.       Obyek Wisata : 3 buah
2.       Penginapan : 2 buah
3.       Rumah Makan : 8 buah
 
Danau Leuwi Soro
Danau ini airnya bening dan dipenuhi pepohonan yang rindang dan indah. Danau ini sangat cocok untuk rekreasi menghilangkan rasa jenuh. Terletak di kecamatan Pagelara. Jarak dari Kota Cianjur 65 Km. 
Tirta Jangari
Jangari adalah suatu obyek wisata Tirta yang berada pada genangan waduk Cirata yang luas dan indah, terletak di dea Bobojong Kecamatan Mande, Jarak dari Kota Cianjur 17 Km.
Fasilitas yang tersedia di Kecamatan Cikalong Kulon :
1.       Rumah Makan : 7 buah
2.       Pondok Wisata : 1 buah
3.       Pompa BBM : 1 buah
4.       Obyek Wisata : 1 buah 
Pantai Jayanti
Pantai yang indah dan menarik berdampingan dengan Cagar Alam Bojonglarang dan pelabuhan nelayan. Pantai ini masih alami dengan ombak yang indah dan angin bertiup perlahan-lahan menambah nyamannya berekreasi dipantai Jayanti. Terletak di kecamatan Cidaun. Jarak dari Kota Cianjur 139 Km.
Fasilitas Yang tersedia di Kecamatan Cidaun :
1.       Pondok Wisata : 3 buah
2.       Rumah Makan : 3 buah
3.       Obyek Wisata : 4 buah
(Diperbarui Selasa, 2 Februari 2010 )

Sabtu, 20 Maret 2010

Curug Tujuh Ciamis

Objek wisata ini mempunyai 7 buah air terjun (curug) yang terdapat pada sebuah bukit dikaki gunung Sawal. Kita dapat menikmati keindahan dan keasrian ketujuh air terjun tersebut dengan cara mengitari bukit, menapaki jalan setapak mulai dari kaki bukit sampai ke puncak bukit dan kembali lagi.

Objek wisata ini terletak di Desa Sandingtaman Kec Panjalu 35 KM dari kota Ciamis kearah utara. Untuk menuju objek wisata ini dapat mengunakan kendaraan umum. Anda dapat naik dari terminal Ciamis jurusan Kawali Panjalu, atau langsung dari Bandung jurusan Ciawi via Panjalu.

Wobyek wisata ini sangat cocok bagi mereka yang hobby menekuni alam dengan berjalan kaki. Keindahan dan kesejukannya sangat cocok untuk berekreasi baik perseorangan maupun keluarga. Bahkan pengunjung bisa melakukan camping. Sumber air yang bersih sangat tersedia di daerah kaki bukit Gunung Syawal ini.

Kawasan wisata ini disebut Curug Tujuh, karena di area ini terdapat tujuh curug yang rata-rata ketinggiannya sekitar 50 meter. Jarak antar curug sekitar 1 sd 2 kilometer dengan arah mendaki. Tiap curug menempuh jalan yang sudah disusun pr trap tanah dengan batas batu-batu.

Jarak tempuh dari jalan Raya Panjalu kira – kira 5 kilometer. Jalannya sempit yaitu sekitar 3 meter dan apabila berpapasan dengan kendaraan, maka salah satu harus mengalah.

Untuk masuk ke kawasan wisata alam Tujuh Curug, setiap pengunjung dkenakan tarif sebesar Rp 3000,-

Objek Wisata Alam Ciamis

Palatar Agung

Pantai dengan Panorama yang memuakau berlatar belakang pulau Nusakambangan dan Pulau Nusawere ini terletak di desa Bagolo sebelum Pantai Karapyak denga jarak kurang lebih 85 km dari kota Ciamis. Dapat ditempuh melalui jalan darat dari Desa EMplak atau menggunakan Fray dari dermaga Majingklak atau Santolo.

Di Obyek wisata ini, pengunjung dapat melakukan kegiatan seperti : memancing, berkemah, berperahu pesiar serta melihat kegiatan nelayan tradicional dengan berbagai aktivitasnya.

Karapyak

Obyek Wisata ini terletak di Desa Bagolo Kecamatan Kalipucang, kurang lebih 87 km dari Kota Ciamis ke arah Selatan. Keadaan alam yang masih alami memungkinkan kita untuk bersabtai sambil melakukan kegiatan rekreasi seperti memancing, berkemah dan menikmati keindahan alam sambil berburu ikan ikan kecil, keong laut dihamparan batu karang.

Majingklak

Lokasi ini terletak di Muara sungai Citanduy dalam kawasan selat Nusakambangan tepatnya di Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang 79 km dari Kota Ciamis.

Tempat ini merupakan Dermaga Kapal Ferry atau Kapal Pesiar menuju Pelabuahan Cilacap dan diharapkan menjadi saran penunjang untuk pembangunan di Wilayah Ciamis Selatan.

Terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya memancing, berwisata perahu, menyaksikan ikan pesut yang banyak terdapat di perairan ini, dll.

Saran yang tersedia : jalan beraspal menuju lokasi, tempat penjualan karcis, Dermaga papal Ferry, Kios makanan/minutan, dll.

Karang Tirta

Terletak di Desa Sukaresik Kecamatan Pangandaran kearah barat. Mempunyai keindahan alam, dengan muaranya yang apabila airnya surut dapat dikelilingi dengan berjalan kaki sambil melihat-lihat berbagai jenis kerang yang banyak berkembang biak.

Di objek wisata ini pengunjung selain dapat menikmati keindahan alam juga dapat melakukan rekreasi seperti bersampan, memancing, dan berkemah.

Fasilitas yang tersedia berupa kedai makanan/minuman dan pondok wisata.

Batu Hiu

Terletak di Desa Ciliang Kecamatan Parigi ± 14 km dari Pangandaran kearah selatan, memiliki panorama alam yang sangat indah. Dari atas bukit kecil dengan taman pantainya yang banyak ditumbuhi pohon-pohon Pandan Wong kita menyaksikan birunya Samudera Indonesia dengan deburan ombaknya yang menggulung putih.

Sekitar 200 meter dari pinggir pantai terdapat seonggok batu karang yang menyerupai ikan hiu, karena itulah tempat ini dinamakan batu hiu.

Fasilitas yang tersedia antara lain: Pondok Wisata, Kios makanan dan minuman, Kios cinderamata, lahan parkir, TIC (Tourist Information Centre) dan penangkaran penyu.

Batukaras

Objek wisata yang satu ini merupakan perpaduan nuansa alam antara objek wisata Pangandaran dan Batu Hiu dengan suasana alam yang tenang, gelombang laut yang bersahabat dengan pantainya yang indah membuat pengunjung kerasan tinggal di kawasan ini. Terletak di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang dengan jarak 34 km dari Pangandaran. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan antara lain: berenang, berperahu di bengawan, berkemah dan berselancar.

Fasilitas yang tersedia antara lain: Hotel, Rumah Makan, Camping Ground, Kios Cinderamata, sewaan papan selancar, dan ban renang.

Madasari

Pantai ini menyajikan panorama alam yang spesifik dengan pulau-pulau kecilnya berpadu dengan hijaunya dataran Masawah, dihiasi pula oleh batu-batu karang yang unik, dengan pantainya yang landai.

Terletak di Desa Masawah Kecamatan Cimerak ± 131 km dari Kota Ciamis ke arah selatan, dapat dijangkau dengan berbagai jenis kendaraan. Disekeliling objek ditumbuhi pepohonan hijau dengan hamparan dataran, serta didalamnya terdapat jalan setapak yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki menuju objek wisata objek wisata Batukaras.

Keusikluhur

Merupakan perpaduan antara alam pegunungan dengan panorama pantai. Dari sebuah bukit kita bisa menyaksikan bergeloranya Samudera Indonesia dengan gelombang laut selatan yang menghempas karang, sehingga tampak buih-buih di birunya laut lepas. Gelombang laut mengangkat pasir ke atas batu karang yang terjal sehingga orang menamakannya keusikluhur (keusik=pasir, luhur=tinggi).

Objek wisata ini terletak di Desa Kertamukti Kecamatan Cimerak dengan jarak 45 km dari Pangandaran ke arah Selatan.

Citumang

Terletak di Desa Bojong Kec Parigi 13 KM dari Pangandaran ke arah selatan, berada dalam kawasan jati milik perhutani. Memiliki keunikan tersendiri serasa memasuki dunia petualangan (adventure) yang penuh tantangan, menyusuri aliran sungai Citumang yang air nya sangat jernih, menerobos goa-goa karang, dan akar- akar pohon yang besar- besar dengan batuanya yang mempesona.

Kegiatan yang dapat dilaksanakan antara lain berenang, panjat tebing dan Cross Country. Goa didalamnya seakan menantang untuk dijelajahi.

Karangnini

Objek wisata ini terletak di Desa Empla, Kec Kalipucang 83 KM dari kota Ciamis kearah selatan. Dalam kesejukan hutan jati kita bisa menyaksikan birunya Samudra Indonesia dengan deburan ombaknya yang bergulung putih dengan latar belakang pulau Nusakambangan, terhampar batu-batu karang yang salah satunya menyerupai seorang nenek ( nini dalam bahasa Sunda) yang menggambarkan atau menjadi legenda seorang nenek yang begitu setianya menunggu si kakek datang sampai menjadi batu

Selain panorama pantai kita bisa dapat menyaksikan rimbunnya hutan yang didominasi pohon jati, terdapat flora dan fauna langka.

Gua donan

Merupakan gua alam dengan luas areal 2,5 hektar, memiliki panjang sekitar 500 meter dengan keunikan yang jarang terdapat di gua- gua lain dimana didalamnya terdapat lorong / ruangan luas yang berisi batu karang yang mirip binatang purba, kursi kerajaan serta dihiasi stalaktit dan stalaknit.

Terletak di desa Tunggilis Kec Kalipucang dipinggir kanan jalan Propinsi menuju Pangandaran, dengan jarak +72 KM dari kota Ciamis

Pangandaran dan Cagar Alam Pananjung

Pangandaran adalah Objek wisata di Kabupaten Ciamis yang merupakan primadona pantai di Jawa Barat ini terletak di Desa Pananjung dengan jarak 92 km dari Kota Ciamis ke arah selatan. Dari arah Bandung berjarak sekitar 212 KM dengan melewati jalur Bandung – Ciamis – Banjar dan Pangandaran. Untuk menuju lokasi Pantai Pangandaran tidak lah sulit. Karena jalur jalan yang ada infrastrukturnya sangat memadai. Semua ruas jalan menuju Pantai Pangandaran sudah diaspal hotmix secara baik.



Bagi pengunjung yang tidak menggunakan kendaraan pribadi, maka dapat menggunakan jalur angkutan umum. Bila dari Kota Bandung dapat menggunakan Bus atau travel kearah Pangandaran langsung. Atau bila dengan bus bisa singgah dulu di Kab. Ciamis dan kemudian menggunakan bus atau mobil jenis elf menuju Pangandaran. Kandaran tersebut hadir setiap saat hingga pukul 10.00 malam.

Pantai Pangadaran memiliki berbagai keistimewaan, yaitu, kita dapat melihat terbit dan terbenamnya matahari dari tempat yang sama. Pantainya landai dengan air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut relatif lama sehingga memungkinkan orang untuk berenang dengan aman. Kemudian, terdapat pantai dengan hamparan pasir putih yang luas dimana setiap pengunjung bisa melihat batu karang dan ikan-ikan hias dengan jelas. Pada pesisir pantai pasir putih ini pengunjung bisa melakukan penyelaman.



Untuk keselamatan pengunjung wisata pantai terdapat Tim Penyelamat atau Balawista yang dilengkapi peralatan pengmanan. Mereka setiap saat senantiasa beroperasi di pantai-pantai khususnya pantai Selatan. Berjaga-jaga dari kemungkinan adanya pengunjung yang tenggelam.

Di Kawasan Pangandaran, tidak saja merupakan kawasan pantai, tapi juga terdapat kawasan cagar alam seluas 530 Hektar yang didalamnya terdapat Goa-Goa Alam yang terbentuk ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Terdapat pula Goa Belanda sebagai tempat persembunyian tatkala mendapat serangan tentara Sekutu.

Goa Alam yang terbentuk itu didalamnya terdapat bebatuan stalagtit (endapan berbentuk batuan keras) dan batu-batuan granit yang menggantung di langit-langit goa. Bantuan granit itu bila disorot dengan lampu senter, akan mengeluarkan cahaya yang indah.

Terdapat empat buah goa, yaitu meliputi : Goa Lanang, Goa Rengganis, Goa Sumur Mudal, dan Goa Miring.


Disbut Goa Lanang karena didalamnya terdapat bantuan endapan yang berbentuk seperti kemaluan laki-laki. Disebut goa Rengganis, karena disana terdapat sumber mata air jernih dan tawar yang konon dahulunya menjadi tempat Dewi Rengganis mandi ketika abad kerajaan Sunda yang berpusat di Ciawi Ciamis. Barangsiapa yang mandi atau mengusap muka, konon akan segera mendapatkan jodoh. (ini hanya sekedar dogeng).

Disebut Goa Miring, karena kalau masuk kedalamnya harus memiringkan badan sejauh 30 meter dan bila tidak, maka tidak akan bisa masuk. Kemudian, disebut Goa Sumur Mudal, karena didalamnya terdapat sumber air yang terus-menerus menetes dan ketika ditampung dengan enber atau tempat lainnya akan “mudal”, airnya tumpah karena penuh.



Di Pantai Pangadaran, setiap pengunjung dapat melakukan  antara lain berenang, berperahu pesiar, memancing, keliling dengan sepeda, para sailing, jetski, dan lain-lain.

Infrastruktur lainnya yang tersedia dan menjadi persyaratan suatu kawasan wisata yaitu, adanya Lapang Parkir yang cukup luas. Hotel, restoran, penginapan, pondok wisata dengan tarif yang bervariasi. Pelayanan pos, telekomunikasi dan money changer. Gedung bioskop, diskotik. Pramuwisata dan Pusat Informasi Pariwisata. Bumi perkemahan. Sepeda dan ban renang sewaan, parasailing, jetski, banana boat.


Atraksi wisata yang rutin diselenggarakan antara lain: Festival Layang-Layang/Pangandaran Kite Festival, Pemilihan Putra Putri Pariwisata, Hajat Laut, Pangandaran Lautan Scooter, dan lain-lain.

Fasilitas yang menjadi hal pokok bagi kawasan pantai, kini sudah lengkap tersedia di Pantai Pangandaran. Kawasan perhotelan dari mulai tingkat melati sampai hotel berbintang. Bungalow dan penginapan untuk keluarga bertebaran di sekitar pantai Pangandaran. Rate harganya cukup kompetitif . Di hari biasa, harganya berkisar Rp 100 ribu-an sampai  Rp 250 ribuan. Di hari week end atau hari libur / hari raya harga bergerak naik dengan pertambahan sekitar 10 % hingga 20 %. Perubahan ini secara rutin dilakukan.

Jumat, 12 Maret 2010

Wisata Pilihan NTT

TAMAN NASIONAL KELIMUTU

Taman Nasional Kelimutu merupakan habitat sekitar 19 jenis burung yang terancam punah di antaranya punai Flores (Treron floris), burung hantu wallacea (Otus silvicola), sikatan rimba-ayun (Rhinomyias oscillans), kancilan Flores (Pachycephala nudigula), sepah kerdil (Pericrocotus ansbergei), tesia Timor (Tesia everetti), opior jambul (Lophozosterops dohertyi), opior paruh tebal (Heleia crassirostris), cabai emas (Dicaeum annae), kehicap Flores (Monarcha acerdotum), burung madu matari (Nectarinia solaris), dan elang Flores (Spizaetus floris).



Keunikan dan nilai astetika yang menarik yaitu dengan adanya tiga buah danau berwarna dan berada di puncak Gunung Kelimutu (1.690 meter dpl). Danau pertama bernama Tiwu Ata Mbupu (danau arwah para orang), danau kedua bernama Tiwu Nuwa Muri Koo Fai (danau arwah muda-mudi) dan danau ketiga bernama Tiwu Ata Polo (danau arwah para tukang tenung). Danau pertama dan kedua letaknya sangat berdekatan, sedangkan danau ketiga terletak menyendiri sekitar 1,5 km di bagian barat. Warna air ketiga danau tersebut berbeda satu sama lain dan selalu berubah dari waktu ke waktu terutama warna air Tiwu Nuwa Muri (duabelas kali perubahan dalam jangka waktu duapuluh lima tahun). Selain disebabkan oleh aktivitas gunung berapi Kelimutu, perubahan warna ini diduga akibat adanya pembiasan cahaya matahari, adanya mikro biota air, terjadinya zat kimiawi terlarut, dan akibat pantulan warna dinding dan dasar danau.


Kekayaan alam yang dimiliki Taman Nasional Kelimutu ditunjang oleh seni budaya berupa rumah adat, tarian tradisional dan kerajinan tenun ikat yang merupakan ciri khas masyarakat setempat. Tenun ikat Flores sangat menarik perhatian pengunjung karena didasari oleh seni dan imajinasi yang sangat tinggi dan berbeda dengan tenun ikat lainnya di Indonesia.


KOMODO DRAGON - PULAU KOMODO


Taman Nasional Komodo ini, dikelola oleh pemerintah pusat untuk melestarikan komodo yang populasinya semakin berkurang. Pulau Komodo ini pertama kali ditemukan oleh orang Belanda yaitu Letnan Steyn van Hens Broek. Kemudian Belanda menamakannya sebagai Pulau Komodo dan mengeluarkan larangan perburuan dan pembunuhan untuk melindungi hewan ini.

Selain menjadi daerah tujuan wisata, TN Komodo juga menjadik tempat penelitian. Kini TN Komodo diterima UNESCO sebagai salah satu Situs Warisan Dunia. Di Taman Nasional ini kita juga dapat menikmati pantai dengan hamparan biru laut dengan pasir putih. Akomodasi di pulau ini terdapat resort yang bertaraf internasional dan beberapa pondokan yang disediakan masyarakat setempat.


PENYELAMAN ALOR



Pulau Alor yang terletak di bagian timur Provinsi Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu yang terbaik di antara 10 tujuan lokasi penyelaman di Asia. Perairan di sekitar Alor ini memiliki berbagai macam biota laut, berbagai kelompok ikan karang yang belum tersentuh oleh manusia. Bahkan penyelaman dapat dilakukan siang dan malam sehingga dapat menikmati keindahan bawah laut yang cukup menarik untuk berpetualang dengan mencoba sesuatu yang baru.



MEMANCING



Kepulauan di Nusa Tenggara Timur memiliki sumber daya laut yang cukup berlimpah, maka sangat menarik untuk olahraga memancing. Khususnya di Pulau Timor, Rote dan Sumba cepat menjadi terkenal dengan perlombaaan memancing di wilayah timur Indonesia. Untuk mencapai titik pemancingan, kita dapat menggunakan perahu sewa sekaligus dengan perlengkapan memancing. Ikan-ikan yang menjadi tangkapan utama yaitu ikan marlin dan ikan sailfish.



SUMBA TIMUR (WAINGAPU)


Di Kota Waingapu ini, terdapat banyak kampung tradisional yang masih teguh menganut adatnya. Salah satu kerajinan asli yaitu pakaian dari bahan tenun ikat. Di kampung-kampung yang terdapat di sekitar Kota Waingapu, kita dapat mencoba menenun kain. Selain itu masih dapat dilihat bangunan-bangunan asli Sumba yang memiliki kekhasan bentuk bangunan serta atapnya.



Sumber:

http://www.dephut.go.id/Informasi/TN%20Indo-English/tn_kelimutu.htm
http://wisatamelayu.com/id/object.php?a=a0pxL3FMZVBUkU4Ng%3D%3D=&nav=cat
http://www.divealor.com/index%20indo.htm
http://www.kupangklubhouse.com/tourismindonesia.htm



TAMAN KOTA KUPANG


Baik siang maupun malam hari Taman Kota Kupang merupakan salah satu pilihan untuk dapat menikmati ketenangan terutama pada saat bulan pumama dengan alunan suara ombak menerpa tepian pantai. Dari Taman Kota dapat dilihat lampu perahu nelayan dan bagan penangkap ikan yang sangat banyak mengelilingi Teluk Kupang yang kaya akan ikan.

GUA MONYET

Gua monyet merupakan suatu objek wisata. Di dalamnya hidup monyet atau kera yang sering kali duduk di tepi jalan menatap orang yang lalu lalang. Apabila kita memasuki objek ini terasa sejuk karena dinaungi oleh rindangan pepohonan yang menambah indah dan nyaman. Di sini terdapat tempat jungkitan anak dan seluncur serta ayunan, cocok untuk rekreasi keluarga. Sementara bagi mereka yang ingin menelusuri gua terdapat sebuah gua peninggalan Jepang yang cukup unik. Berbagai Lopo telah dibangun untuk bersantai menikmati indahnya senja hari di Kota Kupang atau indahnya rembulan purnama di Gua Monyet.


PANTAI LASIANA



Pantai Lasiana berada di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima atau sekitar 12 Km di timur Kota Kupang. Pantai Lasiana adalah pantai berpasir putih dengan air yang tenang. Di bawah indahnya nyiur melambai serta naungan pohon tal, pengunjung dapat menikmati air kelapa muda dan nira manis, dapat juga menikmati jagung bakar harum, pisang bakar dan es kelapa muda dengan manisan air gula asli.


Rekreasi di pantai Lasiana dapat dilakukan dengan memancing, berenang, mandi, sepak bola, karaoke, atau hiburan lain. Lasiana terletak pada jalur transportasi utama Pulau Timor yang dilayani oleh angkutan umum, ojek maupun kendaraan sewaan. Di sini sudah ada rumah pondokan (home stay) dan rumah makan yang dapat melayani kebutuhan wisatawan. Juga terdapat kolam renang untuk anak dan tempat membilas badan setelah mandi dan berenang di laut.

TUGU PAHLAWAN



Monumen adalah objek wisata sejarah di Kota Kupang. Monumen berupa tugu ini adalah bukti sejarah kegigihan dan keberanian orang Timor melawan penjajah Belanda dan Jepang. Tugu ini berada tepat di pusat Kota Kupang di jalur tepi pantai Koepan dan bekas Benteng Concordia Belanda atau yang sekarang ditempati oleh Batalyon Infantri 743 Kupang.


FLOBAMORA MALL



Selain wisata alam, Kota Kupang juga memiliki tempat wisata belanja. Flobamora Mall merupakan pusat belanja termurah dan terlengkap di Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur. Di sini dapat dinikmati berbagai pelayanan seperti hidangan berbagai makanan, mainan anak, dan aneka kegiatan lainnya baik untuk belanja atau sekedar berekreasi. Di sekitar mal ini dapat dinikmati hijauan tanaman sayuran para petani untuk memenuhi kebutuhan sayuran Kota Kupang.

Wisata Pilihan Jawa Barat

Wisata Pilihan

Jika Anda mengunjungi Provinsi Jawa Barat, tempat-tempat berikut ini tidak boleh Anda lewatkan, yaitu:


MASJID KUBAH EMAS (KOTA DEPOK)

Masjid Kubah Emas yang terletak di Kota Depok ini disebut sebagai salah satu masjid termegah di Asia Tenggara melebihi Masjid Istiqlal di Jakarta. Masjid yang diresmikan pada tanggal 31 Desember 2006 diberi nama Masjid Dian Al Mahri. Bentuk bangunan ini sekilas mirip dengan Taj Mahal di India, yaitu pada bentuk kubah utamanya yang dilapisi emas 24 karat. Luas bangunan sekitar 8.000 meter persegi. Pada bagian luar terdapat taman luas yang ditumbuhi pepohonan sehingga menciptakan kesan rindang. Pengunjung yang ingin berwisata rohani ke masjid ini dapat mengikuti kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh pihak pengelola masjid, diantaranya tausiyah umum setiap hari Selasa, Rabu, Sabtu, dan Minggu pada pukul 10.30—12.00 WIB.


KEBUN RAYA BOGOR (KOTA BOGOR)

Kebun seluas 87 hektar ini terletak di tengah Kota Bogor. Pada akhir pekan atau hari libur kawasan Kebun Raya selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Gubernur Jenderal Raffles adalah orang yang pertama kali menggagas pembukaan kebun raya. Namun orang yang pertama kali mengubah halaman luas Istana Bogor menjadi kebun yang digunakan untuk meneliti tumbuh-tumbuhan adalah seorang ahli botani dari Jerman Professor C.G.C Reinwardt. Halaman istana tersebut kemudian menjadi Kebun Raya Bogor dan dibuka resmi untuk umum pada 18 Mei 1817. Wisatawan dapat berjalan-jalan menikmati kesejukan kawasan kebun raya ini sambil mengenal berbagai macam jenis tanaman dan menikmati keindahannya. Kebun Raya Bogor memiliki koleksi lebih dari 15.000 spesies pohon dan tanaman termasuk 400 macam pohon palem. Kebun ini juga dihiasi dengan kolam air dengan tanaman teratai dan sungai kecil. Rumah anggrek yang terdapat di kebun raya ini memiliki koleksi lebih dari 300 varietas tanaman anggrek.


TAMAN SAFARI INDONESIA (KABUPATEN BOGOR)

Salah satu obyek wisata yang paling menyenangkan untuk keluarga di kawasan puncak adalah Taman Safari Indonesia. Berbagai jenis hewan dapat disaksikan di tempat ini. Taman Safari Indonesia berlokasi di wilayah Cisarua yang berada sekitar 20 Km dari Bogor. Taman Safari memiliki kawasan terbuka dimana hewan-hewan buas seperti singa dan harimau serta hewan-hewan lainnya berkeliaran dengan bebas sebagaimana mereka hidup di habitat aslinya. Para pengunjung dapat bersafari membawa kendaraan mereka langsung memasuki kawasan hutan dan melihat hewan-hewan yang tidak merasa terganggu dengan kedatangan pengunjung.


TAMAN WISATA MEKARSARI (KABUPATEN BOGOR)

Terletak di Jalan Raya Cileungsi-Jonggol, Taman Wisata Mekarsari yang memiliki luas 264 hektar ini memiliki koleksi lebih dari 100.000 tanaman yang terdiri dari 78 family, 362 species, 1.463 varietas dan 37.000 pohon. Taman wisata ini tidak hanya menawarkan kegiatan rekreasi, tetapi juga merupakan sarana konservasi, reboisasi, dan edukasi. Tempat wisata ini dilengkapi dengan fasilitas untuk mengelilingi taman wisata dengan menggunakan kereta keliling, mobil wisata, atau sepeda tandem. Kegiatan agrowisata dapat dilihat di pusat pembibitan dimana terdapat kegiatan penelitian, pemeliharaan dan pelatihan bagi pengunjung yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai tanaman buah yang ada di taman wisata ini. Selain itu, terdapat pula kedai buah, toko souvenir buah-buahan, pujasera, villa di hutan kebun buah, panggung hiburan dan fasilitas outbound.


PABRIK KEJU CHIC, BAROS (KABUPATEN SUKABUMI)

Wisata menarik yang dapat dilakukan sambil mencicipi keju asli buatan Indonesia dapat dilakukan di Baros, Sukabumi. Bertempat di Desa Sasagaran, Baros pabrik pembuat keju ini menawarkan sebuah wisata unik untuk melihat pembuatan keju disertai pemandangan alam yang sejuk di sekitarnya. Selain melihat bagaimana keju dibuat, pengunjung juga dapat membuat keju atau selai strawberry sendiri. Terdapat paket tur keliling pabrik keju untuk kunjungan wisata yang singkat yang disediakan oleh pihak pengelola kawasan wisata ini. Untuk mencapai tempat ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Sukabumi menuju Baros yang berjarak sekitar 7 Km.


PANTAI PELABUHAN RATU (KABUPATEN SUKABUMI)

Pelabuhan Ratu terletak sekitar 90 Km di selatan Bogor dan merupakan kawasan peristirahatan di tepi pantai yang cukup populer. Kota kecil ini terletak di pinggir teluk yang berbentuk tapal kuda dengan pantai berpasir hitam. Kawasan ini memiliki panorama yang cantik karena memiliki wilayah perbukitan, areal persawahan, hamparan pasir pantai yang melatari pemandangan birunya Samudera Hindia. Selain dapat melakukan kegiatan seperti berenang di pantai, berperahu, jalan-jalan di kawasan hutan tropis, pengunjung juga dapat menikmati ombak dengan berselancar. Pantai Cimaja yang berada di kawasan Pelabuhan Ratu merupakan salah satu tempat surfing (olahraga selancar) yang cukup menarik dan diminati banyak wisatawan. Akomodasi di kawasan ini beragam mulai dari hotel bintang empat sampai penginapan dengan harga yang murah.


GUNUNG TANGKUBAN PARAHU (KABUPATEN BANDUNG)

Gunung api dengan ketinggian 2076 meter dari permukaan laut ini terletak di Lembang, sekitar 28 Km di sebelah utara kota Bandung yang dapat dicapai dalam waktu 30 menit. Terdapat beberapa kawah di Gunung Tangkuban Parahu yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Keunikan gunung ini adalah karena dari kejauhan bentuk gunung ini seperti perahu yang terbalik dan terdapat Legenda Sangkuriang yang menjelaskan kenapa bentuk gunung ini seperti perahu terbalik. Tangkuban Parahu memiliki udara yang cukup sejuk dan biasanya diselimuti kabut di puncak gunungnya. Seringkali udaranya sangat dingin sehingga ada baiknya kita menyiapkan pakaian hangat di samping mengandalkan kehangatan dari jajanan seperti jagung bakar, ketan bakar, dan makanan lainnya yang banyak dijual di sekitar kawasan wisata ini.

Tak lengkap rasanya jika hanya berkunjung ke Tangkuban Parahu dan melewatkan panorama alam Lembang yang sejuk. Terdapat berbagai macam tempat wisata khususnya untuk para pecinta alam. Kuliner khas dari Lembang yaitu susu murni dan ketan bakar yang terkenal bisa didapatkan di Pasar Lembang maupun di tempat-tempat makan di sekitarnya.


KAWASAN GASIBU (KOTA BANDUNG)

Kawasan Gasibu merupakan tempat yang sangat ramai dikunjungi pada Sabtu malam dan Minggu pagi oleh sebagian besar warga Kota Bandung. Lapangan Gasibu yang berada di depan Gedung Sate sering dijadikan tempat penyelenggaraan acara-acara hiburan sehingga pada akhir pekan jalan-jalan di sekitar kawasan ini menjadi macet. Pada hari minggu, selain digunakan sebagai lapangan olahraga, di sekitar Gasibu ini merupakan pasar minggu yang ramai oleh penjual yang menjajakan berbagai macam barang, makanan, dan jajanan khas Kota Bandung. Selain kegiatan olahraga dan wisata kuliner, pengunjung juga dapat menikmati kemegahan arsitektur dari bangunan yang merupakan kantor Pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Bangunan yang dirancang oleh arsitek J.Gerber dan dibangun pada tahun 1920 ini dinamakan Gedung Sate karena pada puncak atap gedung ini terdapat ornamen yang berbentuk seperti sate. Ke arah utara Lapangan Gasibu terdapat Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, yang di dalamnya terdapat taman yang bisa dijadikan sebagai tempat jogging.

Ke arah timur Lapangan Gasibu terdapat Museum Geologi yang yang dulunya merupakan gedung Jasa Geologi Belanda. Museum ini memiliki koleksi barang-barang yang terkait dengan gunung api dan fosil-fosil hewan dan manusia, termasuk sebuah model tengkorak manusia Jawa kuno. Terdapat pula penjelasan mengenai sejarah pembentukan Danau Bandung dan kebudayaan masyarakat Sunda di masa lampau. Di dalam kompleks Gedung Sate juga terdapat sebuah museum yaitu Museum Pos dan Telekomunikasi yang menyimpan koleksi benda-benda pos dari waktu ke waktu.


SAUNG ANGKLUNG MANG UDJO (KOTA BANDUNG)

Pertunjukan angklung yang sudah terkenal sampai mancanegara dapat dinikmati di tempat asalnya yaitu di Saung Angklung Udjo di Kota Bandung. Saung angklung ini terletak di bagian timur Kota Bandung yaitu di Jalan Padasuka, tak jauh dari Terminal Cicaheum. Pertunjukan kesenian asli Sunda ini mengundang banyak wisatawan untuk datang, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Di saung angklung ini, wisatawan tidak hanya dapat melihat pertunjukan musik bambu, tetapi juga dapat membeli oleh-oleh kerajinan khas Sunda seperti wayang golek, dan replika angklung atau alat musik tradisional Sunda lainnya.


KAMPUNG NAGA (KABUPATEN TASIKMALAYA)

Kampung Naga merupakan desa tradisional masyarakat Sunda yang masih murni dimana tata kehidupan masih diatur berdasarkan tradisi dan adat setempat. Di kampung ini dapat ditemukan bangunan rumah penduduk yang bergaya Sunda asli dengan kondisi alam yang masih sangat alami. Sebenarnya kampung ini memiliki corak kehidupan yang tertutup seperti halnya masyarakat Baduy di Banten. Wisatawan diperbolehkan masuk akan tetapi harus didampingi oleh pemandu dan atas seizin masyarakat setempat. Untuk mencapai tempat ini wisatawan dapat menggunakan kendaraan umum dari Garut menuju Neglasari yang berjarak sekitar 26 Km dari Garut.


KERAJINAN ANYAMAN RAJAPOLAH (KABUPATEN TASIKMALAYA)

Tasikmalaya dikenal dengan kerajinan anyaman dari rotan dan mendong, kerajinan bordiran, serta kelom geulisnya. Kerajinan anyaman berbentuk tas, sandal, ataupun pernak-pernik rumah tangga bisa didapatkan langsung di sentra kerajinan di Desa Rajapolah dengan harga yang relatif murah.


PANTAI PANGANDARAN (KABUPATEN CIAMIS)

Pantai Pangandaran adalah kawasan wisata pantai yang paling populer di Jawa Barat. Wisatawan yang datang ke pantai ini berasal dari lapisan yang beragam, mulai dari lapisan menengah ke bawah hingga menengah atas. Pangandaran memiliki pantai yang berpasir hitam, dan karena ombaknya yang besar serta arusnya yang kuat terkadang sangat berbahaya untuk berenang, namun demikian tempat ini merupakan tempat yang menarik untuk dijelajahi.