Tampilkan postingan dengan label Monumen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Monumen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Maret 2010

Wisata Pilihan NTT

TAMAN NASIONAL KELIMUTU

Taman Nasional Kelimutu merupakan habitat sekitar 19 jenis burung yang terancam punah di antaranya punai Flores (Treron floris), burung hantu wallacea (Otus silvicola), sikatan rimba-ayun (Rhinomyias oscillans), kancilan Flores (Pachycephala nudigula), sepah kerdil (Pericrocotus ansbergei), tesia Timor (Tesia everetti), opior jambul (Lophozosterops dohertyi), opior paruh tebal (Heleia crassirostris), cabai emas (Dicaeum annae), kehicap Flores (Monarcha acerdotum), burung madu matari (Nectarinia solaris), dan elang Flores (Spizaetus floris).



Keunikan dan nilai astetika yang menarik yaitu dengan adanya tiga buah danau berwarna dan berada di puncak Gunung Kelimutu (1.690 meter dpl). Danau pertama bernama Tiwu Ata Mbupu (danau arwah para orang), danau kedua bernama Tiwu Nuwa Muri Koo Fai (danau arwah muda-mudi) dan danau ketiga bernama Tiwu Ata Polo (danau arwah para tukang tenung). Danau pertama dan kedua letaknya sangat berdekatan, sedangkan danau ketiga terletak menyendiri sekitar 1,5 km di bagian barat. Warna air ketiga danau tersebut berbeda satu sama lain dan selalu berubah dari waktu ke waktu terutama warna air Tiwu Nuwa Muri (duabelas kali perubahan dalam jangka waktu duapuluh lima tahun). Selain disebabkan oleh aktivitas gunung berapi Kelimutu, perubahan warna ini diduga akibat adanya pembiasan cahaya matahari, adanya mikro biota air, terjadinya zat kimiawi terlarut, dan akibat pantulan warna dinding dan dasar danau.


Kekayaan alam yang dimiliki Taman Nasional Kelimutu ditunjang oleh seni budaya berupa rumah adat, tarian tradisional dan kerajinan tenun ikat yang merupakan ciri khas masyarakat setempat. Tenun ikat Flores sangat menarik perhatian pengunjung karena didasari oleh seni dan imajinasi yang sangat tinggi dan berbeda dengan tenun ikat lainnya di Indonesia.


KOMODO DRAGON - PULAU KOMODO


Taman Nasional Komodo ini, dikelola oleh pemerintah pusat untuk melestarikan komodo yang populasinya semakin berkurang. Pulau Komodo ini pertama kali ditemukan oleh orang Belanda yaitu Letnan Steyn van Hens Broek. Kemudian Belanda menamakannya sebagai Pulau Komodo dan mengeluarkan larangan perburuan dan pembunuhan untuk melindungi hewan ini.

Selain menjadi daerah tujuan wisata, TN Komodo juga menjadik tempat penelitian. Kini TN Komodo diterima UNESCO sebagai salah satu Situs Warisan Dunia. Di Taman Nasional ini kita juga dapat menikmati pantai dengan hamparan biru laut dengan pasir putih. Akomodasi di pulau ini terdapat resort yang bertaraf internasional dan beberapa pondokan yang disediakan masyarakat setempat.


PENYELAMAN ALOR



Pulau Alor yang terletak di bagian timur Provinsi Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu yang terbaik di antara 10 tujuan lokasi penyelaman di Asia. Perairan di sekitar Alor ini memiliki berbagai macam biota laut, berbagai kelompok ikan karang yang belum tersentuh oleh manusia. Bahkan penyelaman dapat dilakukan siang dan malam sehingga dapat menikmati keindahan bawah laut yang cukup menarik untuk berpetualang dengan mencoba sesuatu yang baru.



MEMANCING



Kepulauan di Nusa Tenggara Timur memiliki sumber daya laut yang cukup berlimpah, maka sangat menarik untuk olahraga memancing. Khususnya di Pulau Timor, Rote dan Sumba cepat menjadi terkenal dengan perlombaaan memancing di wilayah timur Indonesia. Untuk mencapai titik pemancingan, kita dapat menggunakan perahu sewa sekaligus dengan perlengkapan memancing. Ikan-ikan yang menjadi tangkapan utama yaitu ikan marlin dan ikan sailfish.



SUMBA TIMUR (WAINGAPU)


Di Kota Waingapu ini, terdapat banyak kampung tradisional yang masih teguh menganut adatnya. Salah satu kerajinan asli yaitu pakaian dari bahan tenun ikat. Di kampung-kampung yang terdapat di sekitar Kota Waingapu, kita dapat mencoba menenun kain. Selain itu masih dapat dilihat bangunan-bangunan asli Sumba yang memiliki kekhasan bentuk bangunan serta atapnya.



Sumber:

http://www.dephut.go.id/Informasi/TN%20Indo-English/tn_kelimutu.htm
http://wisatamelayu.com/id/object.php?a=a0pxL3FMZVBUkU4Ng%3D%3D=&nav=cat
http://www.divealor.com/index%20indo.htm
http://www.kupangklubhouse.com/tourismindonesia.htm



TAMAN KOTA KUPANG


Baik siang maupun malam hari Taman Kota Kupang merupakan salah satu pilihan untuk dapat menikmati ketenangan terutama pada saat bulan pumama dengan alunan suara ombak menerpa tepian pantai. Dari Taman Kota dapat dilihat lampu perahu nelayan dan bagan penangkap ikan yang sangat banyak mengelilingi Teluk Kupang yang kaya akan ikan.

GUA MONYET

Gua monyet merupakan suatu objek wisata. Di dalamnya hidup monyet atau kera yang sering kali duduk di tepi jalan menatap orang yang lalu lalang. Apabila kita memasuki objek ini terasa sejuk karena dinaungi oleh rindangan pepohonan yang menambah indah dan nyaman. Di sini terdapat tempat jungkitan anak dan seluncur serta ayunan, cocok untuk rekreasi keluarga. Sementara bagi mereka yang ingin menelusuri gua terdapat sebuah gua peninggalan Jepang yang cukup unik. Berbagai Lopo telah dibangun untuk bersantai menikmati indahnya senja hari di Kota Kupang atau indahnya rembulan purnama di Gua Monyet.


PANTAI LASIANA



Pantai Lasiana berada di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima atau sekitar 12 Km di timur Kota Kupang. Pantai Lasiana adalah pantai berpasir putih dengan air yang tenang. Di bawah indahnya nyiur melambai serta naungan pohon tal, pengunjung dapat menikmati air kelapa muda dan nira manis, dapat juga menikmati jagung bakar harum, pisang bakar dan es kelapa muda dengan manisan air gula asli.


Rekreasi di pantai Lasiana dapat dilakukan dengan memancing, berenang, mandi, sepak bola, karaoke, atau hiburan lain. Lasiana terletak pada jalur transportasi utama Pulau Timor yang dilayani oleh angkutan umum, ojek maupun kendaraan sewaan. Di sini sudah ada rumah pondokan (home stay) dan rumah makan yang dapat melayani kebutuhan wisatawan. Juga terdapat kolam renang untuk anak dan tempat membilas badan setelah mandi dan berenang di laut.

TUGU PAHLAWAN



Monumen adalah objek wisata sejarah di Kota Kupang. Monumen berupa tugu ini adalah bukti sejarah kegigihan dan keberanian orang Timor melawan penjajah Belanda dan Jepang. Tugu ini berada tepat di pusat Kota Kupang di jalur tepi pantai Koepan dan bekas Benteng Concordia Belanda atau yang sekarang ditempati oleh Batalyon Infantri 743 Kupang.


FLOBAMORA MALL



Selain wisata alam, Kota Kupang juga memiliki tempat wisata belanja. Flobamora Mall merupakan pusat belanja termurah dan terlengkap di Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur. Di sini dapat dinikmati berbagai pelayanan seperti hidangan berbagai makanan, mainan anak, dan aneka kegiatan lainnya baik untuk belanja atau sekedar berekreasi. Di sekitar mal ini dapat dinikmati hijauan tanaman sayuran para petani untuk memenuhi kebutuhan sayuran Kota Kupang.

Sumatera Selatan

Wisata Pilihan


Jika anda berkunjung ke Sumatera Selatan, jangan lewatkan tempat-tempat di bawah ini, yaitu Kawasan Ilir Sungai Musi, Gunung Dempo, Air Terjun Lematang dan Ndikat, Taman Nasional Sembilang, dan Danau Ranau.



KAWASAN ILIR SUNGAI MUSI



Di kawasan ilir sungai Musi, anda bisa jalan-jalan ke Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, Museum Sultan Mahmud Badaruddin, Monpera, Masjid Agung Palembang, atau berbelanja di Pasar 16 Ilir.



SUNGAI MUSI


Sungai Musi merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Sumatera Selatan. Panjang sungai ini adalah 460 km dengan lebar 300 meter. Sungai terbesar dan terlebar di Sumatera Selatan ini membelah kota Palembang menjadi dua bagian, yaitu seberang ilir di bagian utara dan seberang ulu di bagian selatan. Sungai ini bercabang menjadi delapan anak sungai besar, yaitu Sungai Komering, Ogan, Lematang, Kelingi, Lakitan, Semangus, Rawas, dan Sungai Batanghari Leko. Hal tersebut yang membuat Sumatera Selatan disebut dengan Batang Hari Sembilan.


Kita dapat menikmati keindahan Sungai Musi dengan menggunakan getek, speed boat, atau kapal wisata. Suasana di Sungai Musi juga semakin semarak dengan adanya Program Visit Musi 2008. Biasanya pengunjung berdatangan pada sore hingga malam hari untuk menyaksikan matahari terbenam dan suasana malam yang diterangi lampu-lampu di sekitar sungai. Pada malam Minggu atau malam liburan lainnya, biasanya jumlah pengunjung yang mengunjungi jembatan Ampera dan sekitarnya akan lebih banyak. Di kawasan ini, dapat disaksikan Rumah Rakit, yaitu rumah tradisional khas Palembang. Pada hari-hari perayaan tertentu, misalnya Hari Peringatan Kemerdekaan Indonesia, di sungai ini diadakan festival air, seperti perlombaan perahu (bidar), kontes menghias perahu, perlombaan berenang menyeberangi sungai dan lain-lain.



JEMBATAN AMPERA



Jembatan Ampera merupakan jembatan yang menghubungkan Seberang Ulu dengan Seberang Ilir. Jembatan ini dibangun pada tahun 1962 dengan dana dari pampasan perang Jepang. Panjang jembatan ini 1.177 meter dan lebar 22 meter. Bagian tengah jembatan dapat diangkat dengan kecepatan 10 meter per menit, untuk jalur lintas kapal dengan ukuran lebar 60 meter dan tinggi maksimum 44,50 meter.

Bila jembatan ini tidak diangkat, maka kapal yang dapat lewat hanya setinggi 9 meter, namun sejak tahun 1970, aktivitas naik turun bagian tengah jembatan ini sudah dihentikan karena mengganggu arus lalu lintas di jembatan. Ketika malam hari, Jembatan Ampera akan tampak sangat indah dengan kilau lampu-lampu serta pantulan cahaya dari air sungai Musi di bawahnya. Anda juga bisa menikmati indahnya matahari terbenam atau matahari terbit. Kilau sinarnya akan sangat indah dengan pantulan dari Sungai Musi di bawahnya. Anda juga bisa menikmati pemandangan kota dari jembatan ini.



BENTENG KUTO BESAK



Benteng Kuto Besak merupakan benteng bersejarah yang sudah berumur kurang lebih 250 tahun. Benteng ini di pusat Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, tepatnya terletak di sebelah utara Sungai Musi. Pada jaman dahulu, Benteng Kuto Besak merupakan Benteng pusat kesultanan Palembang Darussalam. Benteng Kuto Besak didirikan pada tahun 1870, dan selesai 17 tahun kemudian. Benteng ini berukuran panjang 288,75 meter, lebar 183,75 meter, tinggi 9,99 meter, dan tebal dinding 1,99 meter. Benteng Kuto Besak merupakan satu-satunya benteng berdinding.



Di setiap sudut benteng terdapat bastion (benteng pertahanan), namun ada satu bastion yang terletak di sudut benteng arah barat laut bentuknya lebih besar dibandingkan dengan ketiga bastion lainnya. Ketiga bastion yang sama bentuknya tersebut merupakan ciri khas Benteng Kuto Besak. Di sisi timur, selatan, dan barat Benteng Kuto Besak terdapat pintu masuk. Pintu masuk utama benteng ini menghadap sungai Musi, dan disebut Lawang Kuto, sedangkan pintu masuk lainnya disebut Lawang Buritan. Benteng ini merupakan benteng kebanggaan masyarakat Palembang karena merupakan satu-satunya benteng yang memenuhi standar dan dibangun atas biaya sendiri.



MUSEUM SULTAN MAHMUD BADARUDDIN


Jika anda tertarik pada sejarah dan peninggalan-peninggalan tempo dulu di Palembang, sempatkan berkunjung ke Museum Sultan Mahmud Badaruddin. Museum ini terletak di tepi Sungai Musi, di dekat Jembatan Ampera. Di sini anda bisa menemui arca-arca kuno Ganesha Amarawati, arca Budha, serta peninggalan kuno era Sriwijaya. Museum ini buka dari jam 09.00-14.00



MONPERA


Selain museum, obyek kesejarahan lainnya di daerah ini adalah Monpera. Monumen ini terletak di Jalan Merdeka, di depan Masjid Agung, di tengah-tengah Kota Palembang. Monpera dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Sumatera Selatan ketika melawan kaum penjajah pada pertempuran tanggal 1 Januari 1947. Di monumen ini anda bisa menemui koleksi senjata-senjata yang digunakan untuk bertempur, dokumen perang, dll.



MASJID AGUNG PALEMBANG


Masjid agung terletak di pusat Kota Palembang, dan sudah berumur lebih dari 200 tahun. Masjid Agung didirikan oleh Sultan Mahmud Badaruddin I pada tahun 1738-1748. Bangunannya sangat indah dan menarik. Arsitekturnya sangat unik dan cantik, dengan perpaduan Cina dan Eropa. Daya tampungnya juga sangat luas.



PASAR 16 ILIR


Sesuai dengan namanya, pasar ini terletak di kawasan Ilir, di tepi Sungai Musi. Pasar ini sudah berkembang sejak pertengahan abad ke-19.




GUNUNG DEMPO


Gunung Dempo merupakan gunung tertinggi di Sumatera Selatan. Gunung ini terletak di Kabupaten Lahat. Kita dapat mencapai gunung ini dari Palembang dengan kendaraan pribadi selama 6 jam. Dapat juga menggunakan bus umum Lahat menuju Pagar Alam (60 km), dan dari Pagar Alam dilanjutkan dengan bus lain menempuh jarak 9 km sampai di perkebunan dan pabrik teh lereng gunung. Selain menikmati kesejukan dan keindahan Gunung Dempo, kita bisa melihat kawah batu belerang yang mempunyai dua puncak. Di atas puncak kedua yang lebih rendah terdapat sebuah kawah yang mengeluarkan batu belerang. Kawah ini terletak di tengah lapangan pasir dan bebatuan yang biasa dipergunakan para pendaki untuk beristirahat dan berkemah. Pendakian dari pabrik teh ke puncak ini membutuhkan paling tidak 6 jam perjalanan.



AIR TERJUN LEMATANG DAN NDIKAT


Air terjun Lematang dan Ndikat memiliki ketinggian sekitar 40 m. Air terjun ini terletak di antara Lahat dan Pagar Alam. Air terjun yang lebih dekat ke arah Lahat disebut Ndikat, sedangkan air terjun yang dekat ke arah Pagar Alam disebut air terjun Lematang. Selain menikmati keindahan air terjun, kita bisa berkemah di camping ground ataupun bermain air di sungai kecil.



TAMAN NASIONAL SEMBILANG


Taman Nasional Sembilang merupakan salah satu tempat yang bisa anda kunjungi ketika anda singgah di Kabupaten Banyuasin. Luas wilayahnya mencapai 205.750 ha. Kawasan ini didominasi oleh hutan mangrove, hutan gambut, dan rawa. Di sini terdapat berbagai flora antaralain paku gajah, nipah, cemara laut, pandan, waru laut, nibung, jelutung, menggeris, gelam tikus, Rhizophora sp, Sonneratia alba, dan Bruguiera gimnorrhiza; sedangkan fauna yang khas antaralain harimau Sumatera, gajah Sumatera, tapir, siamang, kucing mas, rusa sambar, buaya, biawak, ikan sembilang, labi-labi besar, lumba-lumba air tawar, dan berbagai jenis burung.



Jika anda pecinta alam, anda akan dimanjakan dengan pemandangan ribuan bahkan puluhan ribu burung migran asal Siberia. Anda bisa mendengar secara langsung suara gemuruh burung-burung yang terbang menimpali suara debur ombak Selat Bangka. Di sini anda bisa memilih mengunjungi Semenanjung Banyuasin, Sembilang, Teluk Benawan, Teluk Sekanak, Pulau Betet. Di sini anda bisa menyelusuri sungai sambil melihat satwa, vegetasi mangrove, memancing. Anda bisa ke sini menggunakan kapal motor selama 2 jam dari Palembang menuju Sungsang, dan dari Sungsang anda akan melanjutkan perjalanan 2 jam lagi.



DANAU RANAU



Danau Ranau yang berada di Kabupaten OKU Selatan ini merupakan danau terbesar di Sumatera Selatan dengan luas sekitar 8 x 16 km2. Keindahan dan pesona danau ini akan membuat anda selalu ingin kembali ke sini. Di Danau ini anda bisa berperahu. Jika anda tidak suka berperahu, anda bisa menginap sambil menikmati pemandangan indah di sekitar danau, menikmati air panas, atau pergi ke Pulau Marisa yang tak terlalu jauh dari danau. Air danau yang biru bening, ombaknya yang tidak terlalu besar, pemandangan alam di sekeliling yang dilatarbelakangi Gunung Seminung, semakin melengkapi keindahan danau ini. Kalau anda ingin menginap, ada juga 3 penginapan di tepian danau ini, yaitu Banding Agung, Kotabatu, dan cottage PT Pusri di Sukamarga. Untuk mencapai danau ini diperlukan waktu sekitar 6 jam perjalanan dengan mobil dari Palembang.



Wisata Sejarah Aceh Jaya

Pulau Raya

Pulau ini dulunya adalah sebuah pulau tempat benteng pertahanan pada masa penjajahan Belanda dan kini menjadi objek wisata sejarah karena ada peninggalan kuburan tentara yang gugur di sini. Selain itu, Pulau Raya juga menjadi objek wisata mancing. Di sebelah utaranya terdapat terumbu karang yang menjadi daya tarik bagi wisatawan yang gemar snorkeling dan diving.

Kuburan Po Teumeurehom Daya

Po Teumeurehom Daya (Sultan Alaiddin Riatsyah) adalah keturunan raja-raja Aceh yang terkenal pada abad 17. Pada setiap Hari Raya Idul Adha, di makam ini diadakan upacara "Seumeuleng" yaitu suatu upacara untuk memperingati Sultan Alaiddin Riatsyah (Po Teumeurehom Daya) yang dilaksanakan oleh keturunan­-keturunan beliau sampai sekarang. Seluruh masyarakat dari dalam maupun luar Kecamatan Jaya datang untuk menyaksikan upacara Seumuleueng itu, karena cukup unik dan tidak ada di daerah lain.

Sajian upacara tersebut terdiri dari makanan adat seperti Bu Yapan, Kuah Rayeuk, Takeeh U, Kuah Pengat dan lauk-pauk lainnya yang dimasak di Gampong Meunasah Rayeuk. Ada mitos kalau Kuah Rayeuk itu dimasak di gampong lain maka kemungkinan akan mendatangkan musibah. Maka ditetapkanlah masakan kuah rayeuk itu di Gampong Meunasah Rayeuk. Kuah itu untuk dimakan bersama di Balairung atau Askara. Balai itu dibangun di kaki gunung yang tidak begitu jauh dengan kompleks makam Po Termeureuhom.

Hari itu, keturunan Po Teumeureuhom berkumpul di Balairung dengan memakai pakaian kebesaran dengan dominasi hitam, pakai tengkuluk, kain selempang yang panjangnya mencapai tiga meter lebih dan menggunakan sebilah pedang tanda kebesaran, masyarakat sangat beruntung bila Nasi Yapan dapat diperoleh dan merasa bersedih apabila nasi tidak didapatnya. Nasi Yapan adalah nasi yang dimakan keluarga Po Teumeureuhom masa dulu, yang diyakini masyarakat setempat kalau memakan nasi tersebut akan mendapat barakah dan bagi anak-anak dengan memakan nasi tersebut dapat terjaga dari bermacam-macam gangguan makhluk halus dan terhindar dari penyakit.

Monumen Tsunami 2004

Merupakan sebuah puing bangunan bekas Kantor Bupati Aceh Jaya yang tidak roboh pada saat gempa bumi dan gelombang tsunami 2004. Menjadi bukti sejarah dahsyatnya gelombang tsunami yang banyak menelan korban. Bangunan ini sekarang dijadikan Monument Tsunami, juga objek dan daya tarik wisata bagi yang berkunjung ke Calang.

Batu Sumpah

Sebuah hamparan batu gunung dengan seluas lebih kurang 160 m2 mempunyai keunikan tersendiri karena batu tersebut bisa memberikan petunjuk bagi kita dan sensitivitas yang tinggi. Sampai sekarang, batu tersebut masih dipercaya oleh masyarakat Desa Seunebok Padang Kecamatan Teunom untuk memberi petunjuk apabila seseorang kehilangan harta benda.

Untuk mencapai lokasi batu tersebut, kita bisa menumpang speed boat masyarakat/nelayan yang sudah tersedia di tempat penyeberangan dengan lama tempuh 10 menit dan berjarak 8 km dari ibukota kecamatan Teunom.

Sumber: Dinas Perhubungan, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Aceh Jaya

Jumat, 05 Maret 2010

Tugu Monas

Monumen Nasional atau yang populer disebut Monas adalah ikon Kota Jakarta. Belum lengkap rasanya jika mengunjungi Jakarta, tetapi tidak menyambangi monumen setinggi 115 meter itu. Namun, tidak semua bagian dari Monas diminati. Hanya bagian tertentu yang jadi pusat kunjungan.

“Ketinggian puncak Monas masih menjadi obyek paling diminati pengunjung dibanding obyek-obyek yang lain,” ujar pengelola tugu Monas, Ageng Darminto, di Jakarta, akhir pekan ini.

Ageng yang menjabat sebagai Kasubag Unit Pelaksana Teknis Monas mengatakan, padahal monumen itu masih memiliki tempat atau obyek wisata lain yang layak dikunjungi oleh masyarakat.



Seperti ruang museum yang menceritakan napak tilas sejarah Indonesia, kemudian ruang kemerdekaan yang merupakan tempat dikumandangkan proklamasi oleh Presiden Soekarno dan pelataran cawan atau ruang yang memiliki arti dan lambang proklamasi.

“Sebenarnya puncak tugu Monas bukanlah obyek utama, sebagaimana tujuan dibangun monumen ini oleh pemerintah pada tahun 1961. Obyek utama monumen ini dibangun adalah untuk memaknai simbol bangsa ini melalui ketiga tempat itu,” jelas dia.

Dewasa ini tugu Monas yang memiliki total ketinggian sekitar 130 meter dan 14 meter di antaranya tugu perunggu berlapis emas masih menjadi salah satu obyek wisata menarik bagi wisatawan mancanegara dan domestik.

Pada akhir pekan atau libur hari besar keagamaan rata-rata sedikitnya sekitar 6.000 orang mendatangi monumen itu dan sebagian besar di antaranya rela mengantre untuk menaiki puncak tugu menggunakan lift yang disediakan.

Sukriadi, (28) warga Bekasi, Jawa Barat, mengaku sengaja menghabiskan waktu liburan bersama keluarga hanya untuk melihat Kota Jakarta dari ketinggian yang dimiliki tugu Monas.

“Di atas kita bisa mengamati Kota Jakarta dengan angin sepoi-sepoi dan sambil berfoto dengan kamera yang kami bawa,” ujar dia.

Kawasan Monas memiliki total luas 80 hektar, dan 12 hektar di antaranya diduduki menjadi Stasiun Kereta Api Gambir. Pada masing-masing sisi pinggir monumen itu ditanami pepohonan rindang dan sebagian kawasan dijadikan tempat untuk olahraga bagi warga.

Sumber : Kompas